Bekerja keras atau cerdas

Work smart, not harder
Work smart, not harder

Pada era milenium ini manusia di tuntut kerja serba cepat, tepat dan efektif untuk efisiensi waktu…

Jullian, seorang pemuda kampung yang merantau ke kota untuk mencari pekerjaan, “kota-kota” hanya itu kata yang terlontar dari mulutnya yang mengecap kehausan. Sesampainya di kota jakarta dia begitu kehausan dan heran melihat gedung-gedung yang kian menjulang tinggi, betapa tidak hiruk-pikuk di kota yang begitu padat seakan-akan memperlihatkan keangkuhan kota yang paling sibuk di Indonesia.

Jullian yang belum terbiasa hidup dan masih sangat asing berada di kota besar sangat kebingungan harus melakukan apa ataupun ingin pergi kemana terlebih dahulu. dalam pencariannya mencari sebuah pekerjaan, akhirnya ia menemukan sebuah brosur yang mengiklankan sedang mencari sebuah pekerjaan. Dengan sigap ia pun tertarik dengan isi dari brosur tersebut. Jullian membaca dengan seksama dan menyimak dengan jelas apa saja yang menjadi kriteria calon pekerja tersebut.

setelah memahami apa saja yang diinginkan oleh perusahaan tersebut, ia membuat lamaran pekerjaan lengkap dengan riwayat hidupnya dan segera mengirimkannya pada alamat perusahaan yang tertera pada brosur yang didapatnya.

jullian dengan sabar menunggu kabar dari perusahaan tersebut, dan setelah beberapa hari pun akhirnya ia mendapatkan kabar dari perusahaan yang mengundangnya untuk menghadiri proses interview.

Berdebar-debar itulah yang di rasakan jullian saat pertama kali melamar pekerjaan di perusahaan besar . Sesampainya di perusahaan tersebut jullian semakin merasa gugup untuk menghadiri interview. tanpa ragu dia melewati lobi dan langsung bertanya pada resepsionis, “Selamat pagi mba.. saya ingin bertemu pak Ranto.,

Resepsionis pun menjawab pertanyaan jullian dengan lembut. “Oh ya, anda sudah di tunggu oleh pak Ranto diruang interview. Silakan menuju lift ke lantai dua, ruang sebelah kiri.” Jullian pun mengangguk dan memberikan senyum ramahnya sebagai tanda terima kasih dan segera berjalan menuju arah yang telah ditunjukan oleh resepsionis itu.

Sesampainya ia diruangan yang telah diberitahukan kepadanya, ia mengetuk dengan sopan dan membuka pintu itu, bertatap muka langsung dengan seorang lelaki yang bersemangat tinggi telah menunggu kehadirannya. “Selamat pagi, Pak. saya Jullian” ia pun berseru dengan ceria. “Ya, silakan masuk. kita segera mulai saja interviewnya.” Pak Ranto pun menjawab dengan keceriaan yang tidak kalah tinggi. jullian pun mengangguk seraya berjalan memasuki ruangan dan terduduk dihadapan sang interviewer.

setelah melalui perbincangan interview pada umumnya, Pak Ranto memberikan sedikit jeda untuk melanjutkan ke pertanyaan selanjutnya. Hanya sebuah pertanyaan yang menjadi inti dari interview tersebut, yang akan membuat Jullian mampu mendapatkan ataupun kehilangan kesempatan untuk bekerja pada perusahaan besar yang ia harapkan itu.

“Jika saya mempunyai sepuluh buah meja dan saya ingin anda memindahkan seluruh meja tersebut pada posisi yang baru, sanggupkah anda mengerjakan tugas itu seorang diri? Tanpa bantuan siapapun,” Pak Ranto berucap, tatapan terlihat tajam bertemu dengan tatapan Jullian. Ia pun tersentak dengan pertanyaan yang dilontarkan kepadanya. setelah terdiam beberapa saat, jullian pun tersenyum dan menjawab pertanyaan itu dengan bangga. “Sanggup, Pak.” ia berseru. “Benarkah? bagaimana caramu untuk menyanggupinya? tolong jelaskan kepada saya.” Pak Ranto mengembalikan pertanyaannya kepada jullian. “Kalau saya memindahkan meja-meja tersebut dengan kemampuan diri saya, mungkin saya tidak mungkin sanggup. Namun, saya akan membuat sebuah alat yang mampu mengangkat seluruh meja tersebut kemanapun yang bapak inginkan.” Jullian menjawab dengan senyuman bangga. Mendengar jawaban yang terucap dari dirinya, Pak Ranto pun ikut tersenyum dan merasa bangga. Karena jawaban itulah yang ia inginkan, dan hanya ingin ia dengar. Dengan sigap Pak Ranto berdiri seraya mengucapkan sebuah kalimat yang sangat ingin didengar oleh Jullian.

“Kamu yang saya terima. Selamat bergabung di perusahaan kami dan semoga kamu mendapatkan kesejahteraan serta kesuksesanmu dalam perusahaan ini. Teruslah kembangkan pola pikir yang kamu miliki.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s